Memilih yang Terbaik dari Alam
Memang masih banyak yang meragukan gerakan green computing yang digembor-gemborkan para vendor IT. “Alah, itu cuman strategi promosi”. Hal ini memang tidak bisa disamaratakan, karena beberapa vendor ternyata memang peduli dengan hal ini. Meski belum optimal, dengan beragam faktor penunda, namun berbagai rintisan untuk membuat produk yang lebih ramah lingkungan, layak dihargai.
Produk bermaterial hasil daur ulang yang terakhir dikabarkan adalah ponsel keluaran Motorola. Produk berseri W233 ini dibalut dengan bodi bermaterial hasil daur ulang botol air mineral. Tren produk komputasi ramah lingkungan tak hanya yang berbahan hasil recycling, namun juga yang mendayagunakan tenaga alam untuk menjalankan kinerjanya. Baterai dengan sunber daya liquid tengah dikembangkan.
Produk yang dilengkapi dengan panel penangkap sinar matahari sumber energi semakin banyak ragamnya. Mulai dari baterai untuk gadget bertenaga matahari dengan aneka bentuk unik, hingga flash drive yang bisa menangkap sinar untuk sumber daya LCD panelnya.
Untuk perangkat komputer, ramah lingkungan tak selalu diartikan “bermaterial daur ulang”. Saat ini konsep ramah lingkungan pada produk komputer dan periferal berada dalam tahap bagaimana meminimalkan asupan energi atau sumber daya listrik, baik dengan menciptakan komponen baru atau membuat sistem yang lebih hemat daya.
Beberapa produk memang menggunakan bahan yang didaur ulang. Beberapa vendor juga mengeluarkan versi refurbished. Sayangnya, untuk saat ini produk yang dikatakan ramah lingkungan dan hemat listrik harganya masih lebih tinggi dibandingkan “standar”.
Kalau boleh optimis, mungkin saja ketika banyak vendor yang mulai menjadi “hijau”, dan produk ramah lingkungan makin banyak, akan berdampak pada penurunan harga. Semoga saja.
Regards,,
Rachifu







