Green Computing
BUMI KITA SEMAKIN PANAS
Di jaman yang semakin panas ini, kita dituntut untuk melakukan tindakan untuk menyelamatkan bumi dari Global Warming. Sekarang dimana-mana ada slogan let’s Go Green. Dimana-mana ada ajakan untuk menjadi “hijau”. Mengurangi polusi, menanam pohon, mengganti kendaraan bermotor dengan sepeda adalah beberapa cara dalam rangka menyelamatkan lingkungan.
Efek Global Warming juga berimbas ke bidang IT. Beberapavendor IT sudah melakukan gerakan Hijau. Gerakan hijau ini lebih cenderung ke penghematan daya listrik. Mereka sekarang tak cuma mengejar performa yang tinggi, tetapi juga berusaha memangkas penggunaan daya listrik. Kini pengguna komputer diarahkan untuk menggunakan perangkat sesuai dengan aktivitasnya saja. Misalnya, jika hanya untuk mengetik dokumen atau mendengar musik, tentu spesifikasi komputer tercanggih dengan memori dan VGA tinggi tentu bukan menjadi pilihan yang tepat.
Produsen procecor sudah mulai membuat spesifikasi baru yang berdaya listrik rendah. Tengok saja Intel Atom dan Via Nano. Umumnya procecor jenis ini memiliki TDP (Thermal Design Power) yang rendah. Dengan rendahnya TDP, daya yang digunakan untuk mendinginkan procecor akan lebih minim.
BERKOMPUTER RAMAH LINGKUNGAN
Mempertahankan hardware komputer dan sistem operasi.
Kita masih bisa terus menggunakan komputer yang lama tanpa harus mengganti yang baru. Tapi mungkin anda akan bertanya, “Hey, jaman kan terus maju. Masak kita tidak boleh mengganti hardware lama?” Jawabannya adalah boleh. Tapi tunggu dulu, kecenderungan konsumen untuk memperbaharui komputernya akan menambah tumpukan sampah elektronik. Lalu bagaimana cara mensiasatinya? Mudah saja, cukup hilangkan faktor penyebab anda harus mengganti hardware anda.
Misalnya di sisi Operating System. Jika anda pengguna XP, jangan terburu-buru pindah ke Vista atau Windows Seven. Semua orang juga tahu bahwa Vista lebih berat daripada XP. Alhasil, mau tidak mau anda harus mengganti hardware (terlebih VGA card) untuk memenuhi spesifikasi minimum dari Vista. Atau jika Anda bosan dengan XP anda bisa mengganti dengan Linux yang lebih ringan.
Menghemat Penggunaan Tinta dan Kertas
Konsumen bisa juga berbuat lebih jauh dengan meminimalisir penggunaan barang-barang yang tidak bisa didaur ulang. Misalnya, Anda bisa menggunakan kertas bekas jika ingin mengeprint sesuatu yang tidak terlalu penting. Atau bisa juga mengganti kertas dengan sesuatu yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, dengan e-book. E-book memungkinkan kita meminimalisir penggunaan kertas. Langkah Pemerintah meluncurkan Buku Sekolah Elektronik menurut saya sudah sangat tepat. Daripada membeli buku lebih mahal, mending download saja. Lagipula dengan versi digital diharapkan akan lebih ramah lingkungan.







